Xiaomi di Ban US, bakal senasib dengan Huawei?

 

Di sore yang shadu ditemani oleh rintik hujan ada sebuah berita mengejutkan bak petir di sore bolong. Xiaomi di Ban Amerika.
Trump Administration’s memblacklis beberapa perusahaan asal tiongkok yang diduga memiliki keterikatan dengan militer cina. Hal ini berarti Amerika melarang para insvestor dari amerika untuk menanam modal di perusaahaan tersebut.

Hal ini membuat Xiaomi bakalan di hapus di pasar modal US termasuk beberapa perusahana lainnya yang lebih dulu dihapus seperti China Mobile, China Telecom Group dll.
Belum jelas memang bagaimana nasib perusahan US yang sudah melakukan kerjasama dengan Xiaomi kedepanya, seperti Qualcomm yang memasok Cipset Snapdragon keponsel ponsel Ponsel Xiaomi. Padahal di artikel saya sebelumnya yang membahas kriteria ponsel saya berikutnya bahwa salah satu syarat ponsel idaman saya adalah menggunakan processor snapdragon yang mana di buat oleh Qualcomm.

Kalau sobat semua ingat apa yang terjadi di Huawei pasca di Ban oleh US dimana banyak perusahaan perusahaan US dan sekutunya tidak lagi bekerja sama dengan Huawei yang berakibat Huawei tidak lagi diperbolehkan menggunakan Google Apps dan Processor ARM di ponsel mereka.

Baca Juga :   Bukan pakai Mediatek, Redmi Note 8 pakai chipset ini...

Jika hal itu terjadi juga di Xiaomi maka mereka bakalan kualahan, selain akan bergantung pada chipset Mediatek, mereka bakalan nggak bisa berjualan ponsel yang terintegrasi Google Apps di dalamnya.

Kehilangan Chip Qualcomm bagi saya tentu secara otomatis bakal mencoret Xiaomi di lis ponsel idaman saya berikutnya jika memang itu terjadi dan saya akan menggati ponsel lagi. Cuma kehilangan google apps nggak bakal pengaruh banyak sepertinya kalau bagi saya.

Ponsel ponsel besutan Xiaomi terkenal sekali di kalagan Opreker yang demen ngotak atik ponsel mereka, Jika nanti Xiaomi terpaksa membuang Google Apps dari ponsel baru yang mereka rilis, setidaknya developer developer ini bakal memproduksi Custom ROM yang terintegrasi google apps atau yang bisa diinstal google aps.
Tapi, tentunya kalau Xiaomi kemudian bergantung pada chipset mediatek tentunya bakalan susah mengingat media tek pelit untuk merilis source code dari chipset mereka. Atau xiaomi bakalan mengegembangkan cipset mereka sendiri yang terbuka atau opensource yang bisa dinikmati para opreker.

Baca Juga :   Harga Redmi note 8 bakal sama seperti Redmi Note 7

Dulu, Xiaomi sempat mengembangkan chipset buatan mereka sendiri yaitu Surge S1 yang sampai sekarang udah nggak ada beritanya sama sekali, Mungkin mereka bakal kembali serius memproduksi cipsetnya sendiri.


Sementara kalau menggunakan Kirin agak susah apalagi ARM kabarnya nggak melisensikan desain arsitekturnya ke Huawei. Jika Xiaomi tetep enggan melanjutkan cipset buatan mereka itu, pilihanya adalah menggunakan Mediatek, atau Exynos buatan samsung. Yang jelas jangan sampai menggunakan Unissoc aja sih…

Share

You may also like...