Harta, Tahta, Vespa dan Lambretta

Vespa dan lambreta, apa persamaan antara keduanya?. Iya, dua duanya berasal dari Italia. Bentuknya pun bisa dibilang sama lah, beda beda tipis. Tapi, ada sebuah persamaan lagi yang nggak kebayang sebelumnya, keduanya pernah didesain oleh orang yang sama.

Penasaran ceritanya?? Pertama, kita belajar sejarah mengenai lambreta terlebih dahulu ya. Pendiri lambretta adalah seorang bisnisman asal italia Ferdinando Innocetti, yang lahir pada 1 september 1891. Dia memiliki sebuah pabrik yang membuat pipa besi dan memiliki 6000 karyawan. Namun, pabrik miliknya tersebut hancur karena perang dunia kedua.

Dimasa itu, pemerintah Italia bermaksud untuk membangkitkan kembali perekonomian negaranya dengan memberi insentif kepada perusahaan otomotif untuk membangun sebuah kendaraan yang murah. Kesempatan ini digunakan oleh Inocetti untuk membangun sebuah sepeda motor yang murah, mudah digunakan dan juga tahan banting.    

 

 

Inspirasinya waktu itu adalah kendaraan perang yang digunakan oleh tentara amerika berupa skuter kecil yang diproduksi oleh cushmann. waktu itu yang lagi ngetren adalah Cusmann model 53. Cushmann model 53

Baca Juga :   Merekam video 4K di Redmi Note 5

Innoceti kemudian meminta bantuan kepada Corradino D’Ascanio untuk mendesain skuter untuknya. D’Ascanio sebenarnya nggak suka dengan sepeda motor, pada masa itu sepeda motor dianggap sebagai transportasi yang nggak realible, bentuknya besar, mesinnya pun besar, serta butuh perawatan ekstra karena harus memberi oli pada rantai, dan susah untuk mengganti ban.

Berangkat dari hal itu, Dari tangan D’Ascanio ini lahir sebuah desain sepeda motor yang simple, mudah untuk dikendarai dan perawaannya pun mudah. Desainya saat itu adalah sebuah motor yang menggunakan spar-frame yang menyatu dengan body, mempunyai tameng di bagian depan sehingga penggunanya nggak bakal kotor terkena lumpur atau cipratan air.

Bannya kecil mudah untuk diganti, dan karena Background D’Ascanio adalah engineer penerbangan, sistem suspensinya pun mirip dengan sistem yang ada di suspensi pesawat. Mesinnya menempel pada roda belakang sehingga lebih praktis karena tidak menggunakan rantai atau sistem penggerak roda belakang lainnya, udah kebayang belum ini sepeda motor apaan? Eits, tunggu dulu. Ceritanya belum selesai.

Baca Juga :   Koleris si Pemarah

Innoceti ternyata nggak suka dengan desain yang ditawarkan oleh D’Ascanio. Dia bersikeras untuk menggunakan frame pipa besi, karena memang keahlian Innoceti adalah membuat pipa besi. Dipikiran Innoceti pada waktu itu, dengan menggunakan frame pipa besi dia juga bisa membangkitkan kembali pabriknya yang hancur karena perang. Yah, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui lah.

D’Ascanio yang nggak suka dengan idenya kemudian memutuskan kerjasamanya dengan Innoceti, Innocetipun kembali ke 0 untuk mendesain sepedamotor miliknya.

Piaggio MP5

Piaggio MP5

Disisi lain, Enrico Piagio juga lagi mendesain sebuah sepeda motor. Waktu itu prototipe yang telah jadi adalah sebuah skuter dengan kode MP5 (Moto Piaggio No.5). Piaggio rupanya nggak begitu senang dengan desain Prototype sekuter tersebut. Dia lalu meminta bantuan D’Ascanio untuk memperbaiki desainya tersebut.

Nah, dari sini udah kelihatan kan arahnya kemana. Hehehe. Dari kerjasama mereka tersebut, lahirlah MP6 yang merupakan perbaikan dari MP5. MP6 menggabungkan konsep dari MP5 dan desain skuter yang sudah dia miliki. Skuter ini memiliki roda yang kecil dan mudah untuk diganti ganti, Mesinnya dipasang langsung ke roda belakang sehingga tidak lagi menggunakan rantai yang menurut D’Ascanio sudah untuk dirawat dan kotor. Dan bodinnya pun bersatu dengan chassisnya. . Persis dengan desain Vespa yang kita kenal sekarang.

Piaggio MP6

Piaggio MP6, awal mulanya vespa

 

Baca Juga :   Tahu Kribo

Piaggio senang melihat desain MP6, diapun berkata “Sembra una Vespa” yang artinya bentuknya seperti lebah. Dan diapun memberi nama kepada skuter barunya tersebut dengan nama Vespa. Di tahun 1946 vespa pertamakali muncul dibawah merek Piaggio.

Skuter ini menggunakan Ban kecil berdiameter 8inch, hal ini memungkinkan banyak ruangan yang luas untuk kaki pengendara. Mesinnya memiliki kapasitas 100cc 2 tak yang menempel pada roda belakang yang ditutup oleh cover body.

Untuk perpidahan transmisi dilakukan di hadle untuk memudahkan pengemudinya.   Ditahun 1947, Piaggio berhasil menjual lebih dari 2500 unit vespa. Sementara di tahun yang sama, Lambretta mengeluarkan skuter pertamanya.

 

Lambretta 125M

Share

You may also like...