Cinta dan Rindu karena ada Kamu

Sonezaki ShinjūCinta, ada yang bilang cinta itu Cerita INdah Tiada Akhir, atau juga seorang filsuf jaman sungokong mengatakan Cinta itu deritanya tiada pernah berakhir. tapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai derita cinta mapun siapa yang sedang saya jatuh cintai, namun siapa yang bertanggung jawab atas adanya cinta dan rindu.

Saat kita sedag jatuh cinta atau meyukai seseorang, bagian otak kita berama Hypotalamus aktif memproduksi bayak hormo yag berama Ocytocin yaitu hormon yang membuat kadar stres kita berkurang, selain itu bagian otak ini juga memproduksi yang namanya Vasopresin hormon ini yang bertugas untuk mengatur tekanan darah kita.

Kemudian senyawa Dopamine kemudian juga ikut di produksi, senyawa inilah yang membuat kita tidak bisa lepas dari orang yang kita cintai.

 

Kalau gitu bagaimana dengan rindu?

Menurut Dilan, rindu itu berat… Rindu ada akibat beberapa hormon dalam tubuh kita “managih” diri kita jika ada seseorang yang biasa tidak kita temui atau orang yang kita sayang tidak berada di sekitar kita kenapa bisa demikian??

Baca Juga :   Computer 101 – Processor

saat kita berada di dekat orang yang kita sayangi, tubuh kita memproduksi hormon yang membuat kita merasa gembira yaitu Dopamine, Ocytocine ndan Serotonin. Nah ketika kita sedang berjauhan dengan orang yang kita cintai tubuh kita kehilangan hormon hormon tersebut sehingga timbul kerinduan.

Jadi, kalau dijalan kita lihat orang bertelpon telponan dengan pasangan mereka sambil senyum senyum sendiri, kasihanilah mereka karena sejatinya mereka sedang kekurangan hormon, hehehe. Bahayanya kalau orang yang kita rindukan tidak merindukan kita, bisa bisa si doi nggak bener bener cinta tuh sama kamu, saat sama kamu otaknya nggak memproduksi hormon, mending sama aku aja 😀 *kompor*

Bagaimana kalau cinta berakhir??

Saat sebuah hubungan percintaan berakhir, otak kita ternyata masih terus memproduksi senyawa dopamin yang membuat kita tetap tidak bisa lepas dari orang yang kita sayangi namun disisi lainnya salah satu bagian otak kita yang bernama Orbital Frontal Cortex yang mengatur emosi dan kontrol diri ikut ikutan aktif dan berusaha mengambil kontrol otak untuk melupakan orang tersebut.

Baca Juga :   Apasih bahayanya Micin atau MSG?

Sehingga di otak kita terjadilah konflik. ternyata nggak hanya di rumah tangga ya ada konflik. di satu sisi kita ingin terus bersama orang yang kita sayangi, disisi lainnya kita ingin melupakannya.

Bagaimana dengan cinta buta?

tidak hanya istilah, dalam science cinta buta bisa saja terjadi. Saat senyawa senyawa kimia diatas membanjiri otak kita jalur yang menghubungan Nukleus Akumbens menuju Amygdala dalam otak kita menjadi tidak aktif, padahal jalur Neurol ini yang membuat kita dapat menilai baik atau buruknya sesuatu seperti halnya sebagaimanapun jahatnya orang yang kita sayangi.

Atau dimasakin pete dan jengkol padahal kita nggak suka dan dia nggak tau akhirnya ikut ikutan makan, atau dimasakin sesuatu yang rasanya nggak karuan tapi kita bilang enak namun sesudahya perut mules.

Nah cukup kan pebahasan mengenai cinta dan rindu dalam science?

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 4 =